Bahaya Makan
Gorengan Terlalu Banyak untuk Kesehatan
1. Berisiko
menyebabkan obesitas (kegemukan)

Gorengan termasuk makanan yang diolah dengan minyak panas.
Setidaknya ada 1 sendok makan minyak yang terserap dalam satu gorengan. Padahal
satu sendok minyak tersebut setara dengan 100 kalori.
Bayangkan saja, sebelum tahu digoreng memiliki 75 kalori,
tapi setelah digoreng pakai minyak akan menjadi memiliki 175 kalori. Ini baru
satu tahu goreng yang kita konsumsi lho, bagaimana jika 4-5 buah?
2. Kanker usus
besar

Hingga sekarang kanker masih menjadi penyakit paling
mematikan yang banyak ditakui umat manusia. Karena hampir 70 % penderitanya tak
tertolong. Nah, sebelum semuanya terlambat sebaiknya kamu batasi konsumsi
gorengan sekarang juga.
3. Menyebabkan
tukak lambung

Tukak lambung merupakan penyakit yang disebabkan karena
ada luka di bagian dinding lambung sehingga menyebabkan rasa nyeri yang tak
tertahankan. Penyakit ini salah satunya disebabkan karena bakteri pylori. Tetapi, tukak lambung juga bisa
disebabkan karena konsumsi gorengan.
Minyak dari gorengan menciptakan keasaman pada lambung
sehingga memicu munculnya bisul. Dari bisul inilah yang nantinya akan pecah dan
membentuk luka lambung. Jika sudah parah, tukak lambung bisa menyebabkan
kebocoran.
4. Nyeri dada

Salah satu cara mengatasinya ialah dengan mengurangi
konsumsi gorengan. Kandungan minyak berlebihan dari makanan ini dapat
meningkatkan asam lambung. Selain nyeri dada, kamu pun lebih berisiko terserang
maagh.
5. Gangguan
sistem pencernaan

Rasa kurang nyaman pada bagian perut yang kamu alami
mungkin bisa jadi disebabkan karena makan gorengan terlalu banyak. Gorengan
mempunyai lemak trans yang sulit dicerna oleh lambung dan usus. Butuh waktu
lebih lama agar minyak dari gorengan tadi dapat tercerna sempurna.
Apabila kondisi seperti itu dibiarkan terus menerus, maka
akan memicu masalah pencernaan lain yang lebih serius. Misalnya seperti diare,
sembelit, atau bahkan infeksi saluran cerna. Solusinya yaitu dengan membatasi
konsumsi gorengan dan mengunyahkan secara lebih halus sebelum menelan.
6. Penyakit
jantung

Lemak trans yang ada pada gorengan akan berubah menjadi
kolesterol dalam darah. Jika kolesterol tersebut menempel pada pembuluh, maka
secara otomatis kinerja jantung akan lebih berat, sehingga memicu serangan
jantung.
7. Diabetes
melitus tipe 2

Rasanya yang gurih bukan berarti tidak menyebabkan
diabetes. Justru kalori tinggi yang ada pada gorengan bisa meningkatkan risiko
terkena diabetes tipe 2. Apalagi jika kamu jarang melakukan pembakaran kalori seperti
berolahraga tentu akan sangat
mengkhawatirkan.
Seseorang yang mengonsumsi gorengan selama 7 hari
berturut-turut memiliki risiko diabetes melitus 50 % lebih besar dibandingkan
mereka yang jarang makan gorengan. Oleh sebab itu, alangkah baiknya untuk
membatasi konsumsi makanan ini.
8. Penyebab
hipertensi (tekanan darah tinggi)

Dilansir dari detik.com, kasus hipertensi di kabupaten
Bogor, Jawa Barat termasuk yang paling tinggi dibandingkan daerah lain.
Kebiasaan masyarakat dalam melahap lontong dan gorengan sebagai salah satu menu
sarapan disebut-sebut sebagai salah satu yang pemicu utamanya.
Kandungan lemak yang tinggi pada gorengan memiliki pengaruh
buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Sedangkan pada hipertensi atau
tekanan darah tinggi, asupan garam berlebih lebih memiliki pengaruh langsung
terhadap peningkatan tekanan darah.
9. Meningkatkan
risiko prostat pada pria

Cara Mengurangi
Efek Bahaya Makan Gorengan

Untuk mengurangi risiko buruk konsumsi gorengan, cara
terbaik yang bisa dilakukan ialah dengan mengganti minyak trans atau minyak
yang sudah mengalami hidrogenasi dengan minyak yang lebih menyehatkan. Misalnya
seperti minyak zaitun, minyak kanola, biji bunga matahari, dan minyak wijen.
Sedangkan untuk kamu yang ingin menyantap gorengan dari
warung, sebaiknya serap minyaknya dulu dengan memakai tisu. Juga, jangan lupa
untuk membatasi konsumsi gorengan maksimal seminggu 2x saja. Ingat, kesehatanmu
jauh lebih berharga daripada sekedar kenikmatan gorengan!
Komentar
Posting Komentar